Moranews Medan — Ketua PMKRI Medan, Andreas Sitanggang, dan Ketua GMKI Medan, Samuel Simatupang, mengapresiasi rencana renovasi Chapel Universitas Sumatera Utara (USU). Renovasi ini dinilai sebagai kabar baik bagi ribuan mahasiswa Kristen yang menjadikan chapel sebagai ruang pembinaan.
Pertumbuhan jumlah mahasiswa USU menjadi alasan penting peningkatan fasilitas penunjang kemahasiswaan. Dari sekitar 50.000 mahasiswa aktif saat ini, diperkirakan sekitar 9.000 merupakan mahasiswa Kristen yang tersebar di berbagai fakultas dan program studi.
Andreas Sitanggang dan Samuel Simatupang menilai renovasi Chapel USU merupakan langkah tepat menjawab kebutuhan mahasiswa yang terus berkembang. Chapel bukan sekadar tempat ibadah, melainkan ruang pembinaan yang telah melayani berbagai generasi mahasiswa selama puluhan tahun.
Menurut keduanya, Chapel USU memiliki makna lebih luas daripada bangunan fisik. Tempat ini menjadi ruang diskusi, berbagi pengalaman, mencari solusi atas persoalan akademik maupun kehidupan pribadi, serta membangun relasi dan persaudaraan antarmahasiswa.
Mereka menilai mahasiswa saat ini menghadapi tantangan yang semakin kompleks, mulai dari tekanan akademik, persoalan ekonomi, persaingan dunia kerja, hingga kesehatan mental. Dalam situasi tersebut, Chapel USU menjadi ruang penguatan dan tempat menemukan ketenangan.
“Banyak mahasiswa menemukan sahabat, semangat baru, bahkan panggilan hidup melalui berbagai kegiatan di Chapel USU. Renovasi ini bukan sekadar memperbaiki bangunan, tetapi memperkuat ruang bertumbuh secara rohani, emosional, dan sosial,” ujar keduanya.
Selain menjadi pusat pembinaan rohani, Chapel USU juga berperan melahirkan pemimpin muda. Berbagai pelatihan kepemimpinan, pelayanan sosial, diskusi kebangsaan, dan kegiatan kemanusiaan tumbuh dari lingkungan chapel serta memberi kontribusi bagi masyarakat.
Banyak alumni USU yang kini berkiprah di berbagai bidang tidak dapat melepaskan pembentukan karakter mereka dari aktivitas di Chapel USU. Karena itu, keberadaan chapel memiliki nilai historis dalam membentuk generasi muda berintegritas.
Andreas Sitanggang dan Samuel Simatupang menegaskan bahwa Chapel USU telah menjadi bagian dari sejarah dan identitas Universitas Sumatera Utara. Keberadaannya dikenal mahasiswa, alumni, gereja, organisasi kemahasiswaan, serta masyarakat yang merasakan manfaatnya.
Menurut keduanya, keberadaan Chapel USU juga mencerminkan semangat keberagaman di lingkungan kampus. Sebagai perguruan tinggi yang mahasiswanya berasal dari berbagai latar belakang, USU membutuhkan ruang yang menumbuhkan toleransi dan persaudaraan.
“Kami berharap Chapel USU yang telah direnovasi dapat terus menjadi pusat pembinaan mahasiswa, tempat pergumulan generasi muda, ruang lahirnya gagasan positif, serta wadah memperkuat persaudaraan dan toleransi di tengah keberagaman,” kata keduanya.
Sebagai penutup, Ketua PMKRI Medan dan Ketua GMKI Medan menyampaikan terima kasih kepada pimpinan Universitas Sumatera Utara dan seluruh pihak yang mendukung renovasi. Mereka berharap chapel tetap menjadi rumah bersama bagi generasi mahasiswa dari masa ke masa. (Red)


















