Moranews Simalungun — Rumah Aspirasi Sahabat H Novri Ompusunggu memberikan bantuan kepada Anak Sebatang Kara berusia 10 Tahun yang hidup sebatang kara di Kampung Dalam, Nagori Rambung Merah, Kecamatan Siantar, Kabupaten Simalungun.
Ketua RAS H Novri Ompusunggu, Rejekinta Ompusunggu mengatakan, bahwa kegiatan ini bukan semata tentang nilai bantuan yang diberikan, tetapi tentang menumbuhkan kepedulian di tengah masyarakat.
“Semoga semakin banyak orang yang tergerak untuk peduli kepada saudara-saudara kita yang hidup dalam keterbatasan dan kesusahan,”kata Rejekinta.
Rejekinta menambahkan, setiap kebaikan yang dilakukan dengan penuh keikhlasan merupakan bagian dari ikhtiar menghadirkan kasih sayang Allah di tengah kehidupan masyarakat.
“Melalui kegiatan ini, diharapkan semangat berbagi dan saling membantu semakin tumbuh, sehingga keberadaan rumah aspirasi sahabat H Novri Ompusunggu memberikan manfaat nyata bagi masyarakat yang membutuhkan,”ungkapnya.
Di usia yang seharusnya dihabiskan untuk belajar dan bermain bersama teman sebaya, Reji Ananda Pratama, 10 tahun, justru harus menghadapi kehidupan seorang diri di sebuah gubuk sederhana di Kampung Dalam, Nagori Rambung Merah, Kecamatan Siantar, Kabupaten Simalungun.
Reji kini hidup tanpa pendampingan kedua orangtuanya. Sang ibu disebut telah menikah lagi, sementara ayahnya tidak lagi berada di rumah karena sedang menjalani hukuman penjara.
Ia tinggal di sebuah gubuk panggung berukuran sekitar 3 x 2 meter dengan atap seng serta dinding dan lantai yang terbuat dari papan.Tempat tinggal tersebut juga belum dialiri listrik. Di tengah keterbatasan itu, Reji berusaha menjalani hari-harinya seorang diri.
Tinggal Sendiri Setelah Ayah Tak Pulang
Reji merupakan anak pertama dari empat bersaudara. Setelah ibunya tidak lagi tinggal bersamanya, tiga adiknya dititipkan ke sebuah panti asuhan. Sementara Reji tetap tinggal bersama ayahnya. Namun, sekitar satu bulan terakhir, sang ayah tidak lagi pulang ke rumah.
“Saya tinggal bersama ayah, tapi sudah satu bulan ini ayah tidak pulang. Menurut kabar ayah di penjara karena berkelahi,” tutur Reji dengan suara lirih sambil mengusap air matanya.
Sejak saat itu, bocah usia sekolah tersebut harus menjalani kehidupannya tanpa orangtua di sisi.
Untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, Reji bekerja membantu salah seorang warga mengurus ternak ayam. Dari pekerjaan tersebut, ia mendapatkan penghasilan untuk bertahan hidup. Sesekali, tetangga di sekitar tempat tinggalnya juga memberikan bantuan untuk memenuhi kebutuhan makan dan keperluan sehari-hari.


















