Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example 728x250
BeritaHukumNews

Galian C Tambang Batu Bebas Beroperasi Di Wilayah Dolok Pardamean

10
×

Galian C Tambang Batu Bebas Beroperasi Di Wilayah Dolok Pardamean

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

Moranews Simalungun — Aktivitas galian C batu perbukitan di sepanjang Jalan Lingkar Danau Toba di wilayah Kecamatan Dolok Pardamean, Kabupaten Simalungun, kembali menjadi sorotan.

Sejumlah titik tambang batu perbukitan di sepanjang Jalan Lingkar Danau Toba ruas jalan Tigaras menuju Haranggaol yang berhadapan langsung dengan Danau Toba bebas beroperasi.

Example 300x600

Warga khawatir pengerukan bukit yang terus berlangsung tidak hanya merusak lingkungan, tetapi juga membahayakan pengendara yang setiap hari melintas di kawasan tersebut.

Seorang warga Dolok Pardamean bermarga Sitio mengatakan, sedikitnya terdapat lima lokasi galian C yang diketahuinya berada di wilayah tersebut.

Menurutnya, kondisi bukit di sekitar lokasi tambang mulai berubah akibat terus dikeruk. Ia juga mengkhawatirkan material hasil galian yang terbawa air hujan hingga ke badan jalan.

“Sudah habis bukit-bukit itu dikeruk, jadi bahaya juga pengguna jalan yang melintas,” kata Sitio saat ditemui di salah satu warung di sekitar lokasi galian C di Nagori Togu Domu Nauli, Senin (14/9/2026).

Ia menyebut, ketika hujan turun, batu-batu kecil dan material lainnya ikut terbawa aliran air hingga ke kawasan pasar. Kondisi itu dinilai dapat membuat pengendara, khususnya sepeda motor, kehilangan kendali. “Terbawa hujan sampai ke pasar itu batu-batu kecil. Membahayakan juga,” ujarnya.

Persoalan tersebut juga telah disampaikan kepada pihak Kecamatan Dolok Pardamean. Pihak kecamatan mengaku sudah menginformasikan keberadaan aktivitas galian tersebut kepada dinas terkait.

Namun, terkait pengawasan dari kepolisian, Kapolsek Dolok Panribuan AKP Restuadi mengaku belum mengetahui adanya informasi mengenai aktivitas galian C tersebut.

“Tidak ada sama kita. Kalau ada datanya, supaya besok kita tutup,” kata Restuadi saat dihubungi, Senin sore.

Pernyataan tersebut menunjukkan perlunya pendataan dan pengecekan langsung terhadap sejumlah lokasi galian C yang dikeluhkan warga. Selain persoalan legalitas, kondisi jalan dan lingkungan di sekitar lokasi tambang juga menjadi perhatian karena berkaitan langsung dengan keselamatan pengguna jalan.(Red)

Example 300250
Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *