Moranews Medan – Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia (GMKI) Komisariat Fakultas Hukum Universitas Sumatera Utara (FH USU) melaksanakan program “GMKI Mengajar 1” di Panti Asuhan Menara Kasih Indonesia yang beralamat di Jl. Sei Silau, Gg. Melintang 1, No. 478, Kecamatan Medan Baru, pada Sabtu (21/02/2026).
Kegiatan ini dihadiri oleh 34 orang civitas GMKI Fakultas Hukum USU. Program tersebut bertujuan untuk mendukung pembelajaran anak-anak panti asuhan sekaligus menjadi wujud nyata pengabdian GMKI kepada masyarakat, khususnya kepada anak-anak yang membutuhkan perhatian dan pendampingan dalam bidang pendidikan.
Dalam pelaksanaannya, GMKI Mengajar I diisi dengan berbagai kegiatan edukatif dan interaktif, seperti pembentukan kelompok belajar, pembahasan soal-soal pengetahuan umum, ibadah bersama, bernyanyi, serta ice breaking guna membangun semangat dan keakraban bersama anak-anak panti.
Wakil Ketua Bidang Aksi dan Pelayanan GMKI FH USU, Radot Angkat, menyampaikan bahwa GMKI sebagai organisasi gerakan memiliki medan layan di tengah masyarakat dan harus mampu terjun langsung dalam pendampingan moral maupun moril, khususnya kepada masyarakat yang kurang mendapat perhatian.
“GMKI harus peka terhadap kondisi lingkungan sekitar. Panti asuhan menjadi salah satu wadah strategis untuk melakukan pengembangan serta pendampingan kepada anak-anak. Mereka sering kali memiliki akses terbatas terhadap fasilitas pendidikan tambahan seperti les privat atau bimbingan belajar. Kehadiran kakak-kakak dari organisasi juga memberi dampak emosional yang besar dan dapat menjadi role model bagi masa depan mereka,” ujarnya.
Ia juga menambahkan bahwa kegiatan pengajaran seperti ini perlu dilakukan secara rutin dan berkelanjutan agar terbangun hubungan emosional yang kuat antara kader GMKI dan anak-anak panti asuhan.
Sementara itu, Ketua Komisariat GMKI FH USU, Yehezkiel Siagian, menegaskan bahwa program GMKI Mengajar bukan hanya tentang berbagi ilmu dan menebar kasih, tetapi juga menjadi bagian dari sistem pengkaderan di tubuh GMKI.
“Program GMKI Mengajar di panti asuhan menurut kami sangat penting. Ini bukan sekadar berbagi ilmu dan kasih kepada sesama, tetapi juga menjadi bagian dari proses pembentukan kader. Setiap kader GMKI dibentuk untuk belajar melayani, peka terhadap sesama, serta mewujudkan tinggi iman dan tinggi ilmu dalam tindakan nyata di tengah masyarakat,” ungkapnya.

Melalui program GMKI Mengajar I, GMKI Komisariat FH USU berharap dapat terus menghadirkan kontribusi nyata bagi masyarakat serta memperkuat komitmen kader dalam pelayanan dan pengabdian sosial.(As)


















