Moranews Pematangsiantar — Tembok Penahan Tanah (TPT) di Madrasah Aliyah Negeri (MAN) Kota Pematangsiantar ambruk akibat hujan deras yang mengguyur Kota Pematangsiantar, Selasa(20/10/2026) malam.
Dampak dari ambruknya TPT tersebut membuat material longsoran menutupi sebagian bahu jalan di Jalan Singosari, Kelurahan Bantan, Kecamatan Siantar Barat.
Kepala MAN Pematangsiantar, Lintong Sirait, S.Ag., M.Pd, Rabu(21/10/2026) mengatakan ambruknya tembok penahan tanah tersebut diduga dipicu tingginya intensitas hujan yang mengguyur wilayah itu pada malam sebelumnya.
Katanya,pihak sekolah akan segera menyusun rencana perbaikan agar tembok yang ambruk dapat dibangun kembali.
Selanjutnya pihak MAN Pematangsiantar bersama perangkat Kelurahan Bantan bergotong royong membersihkan material longsoran. Petugas juga melakukan pengaturan lalu lintas di sekitar lokasi untuk membantu kelancaran kendaraan yang melintas.
Lintong menambahkan bahwa TPT MAN Pematangsiantar berusia lebih dari 20 tahun.
Pembangunan kembali tembok penahan tanah tersebut membutuhkan koordinasi dengan sejumlah pihak, termasuk komite sekolah yang mewakili orang tua siswa, pihak kelurahan, serta Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Pematangsiantar.
Koordinasi tersebut diperlukan untuk membahas rencana pembangunan dan mencari dukungan pendanaan untuk memperbaiki tembok yang ambruk.
“Kita akan berkoordinasi dengan komite selaku perwakilan orang tua, baik itu lurah maupun Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kota Pematangsiantar. Tembok ini sudah berumur lebih 20 tahun mulai dari kepala sekolah yang pertama,” kata Lintong.
Pihak sekolah berharap proses koordinasi dan perencanaan perbaikan dapat segera dilakukan agar kondisi di sekitar lingkungan MAN Pematangsiantar kembali aman dan aktivitas masyarakat di Jalan Singosari tidak terganggu.(Red)


















