Moranews Deli Serdang –- Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Negeri Medan (Unimed) 2026 Desa Durin Tonggal Kelompok I melaksanakan program kerja bertajuk “Edukasi Isi Piringku Berkolaborasi dengan PKK Desa Durin Tonggal pada Kegiatan Posyandu di Dusun I, II, dan III.” Kegiatan yang mengusung tema Desa Sehat ini dilaksanakan selama tiga hari, yaitu pada 17 – 21 Juli 2026, sebagai salah satu upaya meningkatkan pengetahuan masyarakat mengenai pentingnya pola makan bergizi dan seimbang.
Kegiatan ini dilaksanakan di Desa Durin Tonggal, Kecamatan Pancur Batu, Kabupaten Deli Serdang, dengan sasaran masyarakat yang mengikuti kegiatan posyandu, meliputi ibu yang memiliki balita, ibu hamil, lansia, kader PKK, serta masyarakat peserta posyandu lainnya. Setiap harinya, kegiatan diikuti oleh sekitar 30 peserta.
Program edukasi ini dilaksanakan atas bimbingan dan di bawah monitoring Dosen Pembimbing Lapangan (DPL), Rima Mediyana Sari, S.Si., M.Or. Pelaksanaan kegiatan juga mendapat dukungan dari Pemerintah Desa Durin Tonggal, Puskesmas, kader posyandu, serta kader PKK. Kepala Desa Durin Tonggal, Jakup Sembiring, turut memberikan dukungan terhadap pelaksanaan berbagai program kerja mahasiswa KKN sebagai bagian dari upaya bersama membangun masyarakat desa yang lebih sehat.
Meningkatkan Pemahaman Masyarakat tentang Pedoman Gizi Terkini
Kegiatan edukasi ini dilatarbelakangi oleh masih ditemukannya pemahaman masyarakat mengenai pedoman gizi yang sudah tidak sesuai dengan anjuran terkini. Sebagian masyarakat masih mengenal konsep “4 Sehat 5 Sempurna” sebagai pedoman utama dalam memenuhi kebutuhan gizi sehari-hari.
Melalui kegiatan ini, mahasiswa KKN memperkenalkan konsep “Isi Piringku” sebagai pedoman makan yang lebih sesuai dengan prinsip gizi seimbang. Edukasi diberikan untuk membantu masyarakat memahami pentingnya memperhatikan komposisi makanan dalam satu porsi, tidak hanya dari segi jumlah makanan, tetapi juga keberagaman dan keseimbangan zat gizi yang dikonsumsi.
Pemilihan topik tersebut juga berkaitan dengan pentingnya pemenuhan gizi dalam keluarga, khususnya dalam upaya mendukung kesehatan ibu, anak, dan seluruh anggota keluarga. Edukasi mengenai pola makan yang baik diharapkan dapat menjadi salah satu langkah preventif dalam meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap masalah gizi, termasuk risiko stunting.
Edukasi Dilaksanakan Bersamaan dengan Kegiatan Posyandu
Pelaksanaan program dilakukan dengan memanfaatkan kegiatan posyandu yang telah berjalan di Dusun I, II, dan III. Rangkaian kegiatan diawali dengan pelaksanaan pelayanan dan pemeriksaan kesehatan masyarakat, kemudian dilanjutkan dengan penyampaian materi edukasi mengenai pedoman gizi terbaru dan konsep Isi Piringku.
Mahasiswa KKN memberikan edukasi menggunakan media poster agar informasi mengenai komposisi makanan bergizi dapat lebih mudah dipahami oleh peserta. Penyampaian materi dilakukan secara interaktif sehingga masyarakat dapat berdiskusi dan menyampaikan pertanyaan berdasarkan kondisi yang mereka hadapi dalam kehidupan sehari-hari.
Selain edukasi gizi, peserta juga mengikuti berbagai kegiatan pemeriksaan kesehatan, seperti pengukuran tinggi badan, berat badan, dan tekanan darah. Kegiatan tersebut menjadi bagian penting dari pelaksanaan posyandu karena memberikan kesempatan kepada masyarakat untuk memantau kondisi kesehatan mereka secara berkala.
Sebagai bentuk dukungan terhadap kegiatan posyandu, peserta juga memperoleh makanan tambahan berupa roti dan telur.
Antusiasme Masyarakat dalam Memahami Pola Makan Sehat
Peserta menunjukkan antusiasme yang tinggi selama kegiatan berlangsung. Masyarakat mengikuti penyampaian materi dengan baik dan aktif dalam berdiskusi mengenai penerapan pola makan sehat dalam kehidupan sehari-hari.
Salah satu hal yang menarik dalam sesi diskusi adalah pertanyaan masyarakat mengenai waktu yang tepat untuk makan malam serta bagaimana menerapkan pedoman gizi apabila kondisi ekonomi keluarga terbatas.
Pertanyaan tersebut menunjukkan bahwa masyarakat tidak hanya menerima informasi secara pasif, tetapi mulai menghubungkan materi edukasi dengan kondisi dan kebiasaan mereka sehari-hari. Mahasiswa kemudian menjelaskan bahwa penerapan pola makan bergizi tidak selalu harus menggunakan bahan makanan yang mahal. Berbagai bahan pangan lokal yang tersedia di sekitar Desa Durin Tonggal dapat dimanfaatkan sebagai alternatif makanan bergizi sesuai dengan kondisi dan kemampuan masing-masing keluarga.
Masyarakat juga menyampaikan kesediaannya untuk mulai menerapkan pengetahuan mengenai Isi Piringku di rumah. Hal tersebut menjadi salah satu indikator bahwa edukasi yang diberikan dapat diterima dan dipahami oleh peserta.
Posyandu Menjadi Ruang Penting bagi Kesehatan Masyarakat Desa
Selain memberikan edukasi mengenai gizi, keterlibatan mahasiswa dalam kegiatan posyandu memberikan pengalaman langsung mengenai pentingnya pelayanan kesehatan berbasis masyarakat. Mahasiswa turut terlibat dalam proses pemeriksaan dan berinteraksi secara langsung dengan warga Desa Durin Tonggal.
Salah satu pengalaman yang berkesan selama kegiatan adalah ketika mahasiswa menemukan adanya anak berkebutuhan khusus yang turut dibawa keluarganya untuk mendapatkan pemeriksaan kesehatan di posyandu. Hal tersebut memberikan gambaran bahwa keberadaan posyandu memiliki peran penting dan dibutuhkan oleh berbagai kelompok masyarakat di Desa Durin Tonggal.
Pengalaman tersebut juga memperlihatkan bahwa posyandu bukan hanya menjadi tempat pemantauan kesehatan balita, tetapi dapat menjadi ruang pelayanan, edukasi, dan interaksi kesehatan yang dekat dengan masyarakat.
Mendorong Kader Posyandu Melanjutkan Edukasi
Program edukasi Isi Piringku diharapkan tidak berhenti setelah kegiatan KKN selesai. Salah satu bentuk keberlanjutan yang diharapkan adalah kader posyandu dan kader PKK dapat meneruskan edukasi mengenai pola makan bergizi kepada masyarakat.
Dengan adanya pengetahuan dan materi yang telah diberikan, kader diharapkan dapat menjadi narasumber bagi masyarakat dalam menyampaikan kembali informasi mengenai pedoman gizi dan penerapan Isi Piringku di lingkungan desa.
Melalui kolaborasi antara mahasiswa KKN, pemerintah desa, PKK, kader posyandu, dan tenaga kesehatan, program ini diharapkan dapat memberikan dampak yang berkelanjutan bagi masyarakat Desa Durin Tonggal.
Kegiatan edukasi Isi Piringku menjadi salah satu bentuk kontribusi mahasiswa KKN Unimed 2026 Desa Durin Tonggal Kelompok I dalam mendukung terwujudnya Desa Sehat. Melalui peningkatan pengetahuan masyarakat mengenai makanan yang dikonsumsi setiap hari, diharapkan keluarga di Desa Durin Tonggal semakin peduli terhadap kesehatan dan mampu menerapkan pola makan yang lebih baik sesuai dengan kondisi masing-masing.
Program ini sekaligus menunjukkan bahwa upaya membangun masyarakat yang sehat dapat dimulai dari hal sederhana, yaitu meningkatkan pengetahuan dan kepedulian terhadap makanan yang dikonsumsi setiap hari. (Red)


















