Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example 728x250
BeritaNewsPendidikan

Kadisdikbud Tebing Tinggi Buka Pelatihan Dukungan Psikososial Bencana bagi 238 Kepala Sekolah dan PTK, Tekankan Pentingnya Pemulihan Pascabencana

16
×

Kadisdikbud Tebing Tinggi Buka Pelatihan Dukungan Psikososial Bencana bagi 238 Kepala Sekolah dan PTK, Tekankan Pentingnya Pemulihan Pascabencana

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

Moranews Tebing Tinggi  — Sebanyak 238 kepala sekolah, pendidik, dan tenaga kependidikan (PTK) mengikuti Pelatihan Layanan Dukungan Psikososial Bencana di Lingkungan Satuan Pendidikan Tahun 2026 yang berlangsung di SDN 163080 pada 12–17 Oktober 2026.

Kegiatan yang didukung Balai Besar Guru dan Tenaga Kependidikan (BBGTK) Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah tersebut dilaksanakan selama enam hari dan dibagi menjadi dua batch.

Example 300x600

Kegiatan ini dihadiri Kepala Bagian Umum BBGTK, Julian Henry Sembiring, S.E., M.Si., serta dibuka secara resmi oleh Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Tebing Tinggi, Muhammad Denni Saragih, S.E.

Pelatihan ini bertujuan meningkatkan pemahaman dan kemampuan tenaga pendidikan dalam memberikan layanan dukungan psikososial kepada peserta didik dan warga sekolah yang terdampak bencana.

Bencana tidak hanya menimbulkan kerusakan fisik, tetapi juga dapat memengaruhi kondisi psikologis peserta didik, pendidik, dan tenaga kependidikan. Dampaknya dapat berupa kecemasan, ketakutan, kesedihan, hingga trauma yang berpotensi menghambat proses pembelajaran dan mengganggu hubungan sosial di lingkungan sekolah.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Tebing Tinggi, Muhammad Denni Saragih, S.E., menekankan pentingnya pemahaman dan penerapan layanan dukungan psikososial di lingkungan satuan pendidikan.

“Pelatihan ini menjadi bekal bagi kepala sekolah, pendidik, dan tenaga kependidikan untuk memahami serta menerapkan layanan dukungan psikososial di satuan pendidikan masing-masing, sehingga mampu mendampingi peserta didik dan warga sekolah dalam memulihkan kondisi psikologis serta bangkit kembali setelah mengalami bencana,” ujarnya.

Ia juga menekankan bahwa penanganan dampak bencana di lingkungan sekolah tidak cukup hanya berfokus pada situasi darurat, tetapi perlu disertai pendampingan psikologis dan sosial bagi warga sekolah.

“Melalui pelatihan ini, satuan pendidikan diharapkan tidak hanya mampu menghadapi situasi darurat, tetapi juga mendukung pemulihan kondisi psikologis dan sosial warga sekolah. Dengan demikian, seluruh warga sekolah dapat meresiliensi atau kemampuan untuk bangkit kembali setelah mengalami bencana,” lanjutnya.

Pemahaman mengenai dukungan psikososial menjadi bagian penting dalam menciptakan lingkungan pendidikan yang aman, nyaman, dan tangguh dalam menghadapi berbagai situasi darurat.

Melalui pelatihan ini, kepala sekolah, pendidik, dan tenaga kependidikan di Kota Tebing Tinggi diharapkan mampu berperan aktif dalam mendampingi peserta didik selama proses pemulihan pascabencana, sehingga kegiatan pembelajaran dapat kembali berjalan dengan memperhatikan keselamatan dan kesejahteraan psikologis peserta didik.(Red)

Example 300250
Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *