Moranews Medan – Dosen dari Universitas Negeri Medan melaksanakan kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) dengan tema inovatif bertajuk “Scoliosis Self-Monitoring Kit: Pengembangan Buku Panduan dan Video Digital untuk Pemantauan Mandiri Perubahan dan Latihan Dasar di Rumah, Dilengkapi dengan Skala Nyeri dan Catatan Latihan.” Kegiatan ini berlangsung di ZK Move Therapy Medan, yang berlokasi di Jalan Komplek Karya Prima C9, Sei Agul, dan bertujuan memberdayakan pasien skoliosis maupun masyarakat yang merasa memiliki kelainan postur agar dapat melakukan pengecekan mandiri dari rumah. Pengabdian ini dilaksanakan oleh 4 orang dosen, Ayu Elvana, S.Pd., M.Biomed selaku ketua pengabdian, Rima Mediyana Sari, S.Si., M.Or., Jenita Oktavia Panjaitan, S.Pd., M.K.M dan Herviani Sari., S.Pd., M.Biomed sebagai anggota. Sabtu 25 Juli 2026
Skoliosis adalah kelainan lengkungan tulang belakang tiga dimensi yang dapat terjadi pada anak-anak, remaja, hingga dewasa. Deteksi dini menjadi faktor terpenting dalam mencapai hasil penanganan yang optimal, karena intervensi yang cepat dapat memperlambat progresi kurva tulang belakang dan dalam banyak kasus mengurangi kebutuhan akan tindakan invasif. Pengabdian ini menjawab kebutuhan tersebut dengan menyediakan perangkat yang memungkinkan pemantauan rutin tanpa harus selalu ke fasilitas kesehatan.
Kegiatan pengabdian ini terselenggara atas kerja sama dengan ZK Move Therapy Medan, sebuah klinik terapi yang dipimpin oleh Zulkarnain, Ftr., M.Biomed., AIFO. Sebagai ahli di bidang fisioterapi, Zulkarnain memberikan dukungan penuh terhadap program ini, baik dari sisi fasilitas tempat pelaksanaan maupun pendampingan teknis kepada para peserta.
ZK Move Therapy Medan dipilih sebagai mitra lokasi karena memiliki reputasi dalam penanganan kelainan postur dan skoliosis, serta menjadi pusat edukasi kesehatan berbasis terapi gerak di kota Medan. Kolaborasi ini diharapkan dapat memperluas jangkauan manfaat kit yang dikembangkan, khususnya bagi pasien yang telah menjalani terapi di klinik tersebut.
Kit yang dikembangkan terdiri dari buku panduan dan video digital yang dirancang untuk memandu pengguna dalam melakukan pemantauan perubahan postur serta latihan dasar di rumah. Kelengkapan kit ini juga mencakup skala nyeri dan catatan latihan, sehingga pengguna dapat mendokumentasikan perkembangan kondisi mereka secara teratur.
Pemantauan mandiri memiliki peran penting dalam manajemen skoliosis. Penggunaan alat seperti skoliometer membantu mengukur rotasi tulang belakang, dan penurunan derajat rotasi dapat menunjukkan bahwa latihan yang dilakukan memberikan efek positif bagi tubuh. Pencatatan rutin baik latihan, tingkat nyeri, maupun foto punggung memungkinkan pengguna melihat pola perubahan dan memberikan data objektif saat konsultasi dengan tenaga kesehatan. Pendekatan ini mengubah skoliosis dari sesuatu yang “terjadi” pada diri seseorang menjadi kondisi yang dapat dikelola secara aktif.
Kegiatan pengabdian ini dilandasi oleh kesadaran akan tingginya risiko gangguan postural yang dapat memicu nyeri, menurunkan konsentrasi, dan mengganggu kualitas hidup. Selain itu, skoliosis juga dapat memengaruhi kepercayaan diri, kesehatan mental, dan interaksi sosial penderitanya, sehingga dukungan emosional sama pentingnya dengan penanganan medis.
Dengan adanya kit ini, masyarakat diharapkan dapat:
- Melakukan deteksi dini perubahan postur secara mandiri.
- Melaksanakan latihan dasar yang aman di rumah.
- Mencatat perkembangan dan keluhan nyeri sebagai bahan diskusi dengan tenaga kesehatan.
- Meningkatkan kesadaran akan pentingnya menjaga postur tubuh yang benar.
Kegiatan pengabdian ini merupakan bagian dari upaya promotif dan preventif di bidang kesehatan, sejalan dengan berbagai program serupa yang telah dilakukan oleh Universitas Negeri Medan dan tenaga kesehatan untuk meningkatkan pemahaman masyarakat tentang kelainan postur.
Para peserta yang hadir dalam kegiatan ini menunjukkan antusiasme tinggi, terutama dalam sesi praktik penggunaan buku panduan dan video digital yang dipandu langsung oleh tim pengabdi dan Zulkarnain, Ftr., M.Biomed., AIFO. Banyak peserta menyampaikan apresiasi karena selama ini mereka merasa kesulitan memantau kondisi postur secara mandiri di rumah.
Dengan tersedianya “Scoliosis Self-Monitoring Kit,” diharapkan masyarakat dapat lebih proaktif dalam menjaga kesehatan tulang belakang dan mengurangi dampak negatif kelainan postur terhadap kualitas hidup. Inovasi ini menjadi salah satu luaran nyata kontribusi dosen dalam meningkatkan derajat kesehatan masyarakat melalui pendekatan edukatif dan preventif, dengan dukungan mitra klinik seperti ZK Move Therapy Medan. (Red)


















