Moranews Batam — Hari yang seharusnya berjalan biasa berubah menjadi duka mendalam di kawasan Setokok, Jembatan Barelang, Batam, Senin (14/9/2026).
Bentrokan antar kelompok yang diduga dipicu konflik lahan pecah dan berujung maut, menewaskan dua orang, dan setidaknya 6 orang mengalami luka-luka.
Suasana yang semula dipenuhi ketegangan berubah menjadi tangis baku hantam dan bentrokan antar kelompok tersebut yang membuat warga setempat kepanikan dan ketakutan.
Tercatat sebanyak 8 orang korban dalam peristiwa tersebut. Dua orang di antaranya meninggal dunia, sementara enam korban lainnya masih menjalani perawatan intensif di rumah sakit. Kabar jatuhnya korban jiwa membuat suasana di Setokok semakin mencekam dan memilukan. Warga berharap situasi segera kembali aman dan tidak ada lagi bentrokan susulan.

Dengan peristiwa tersebut keluarga korban menerima kenyataan paling pahit, bahwa orang yang mereka sayangi pergi dari rumah dengan sehat akan kembali dengan tidak bernyawa, menerima kabar duka. Tangis keluarga pecah saat kenyataan pahit itu datang. tak mudah diterima.
Kedua korban diduga mengalami luka serius sehingga mengakibatkan kematian dan beberapa rekanya mengalami luka-luka dalam peristiwa bentrokan antar kelompok tersebut.
Polisi dari Polda Kepri bergerak cepat menangani kejadian tersebut. Kapolda Kepri Irjen Pol Asep Safrudin memastikan peristiwa tersebut akan di tangani sesuai hukum yang berlaku dan sudah mengamankan satu orang terduga pelaku beserta barang bukti telah diamankan.
Polisi masih mendalami peran terduga pelaku dan terus mengumpulkan fakta-fakta di lapangan. Kapolda juga langsung menuju rumah sakit untuk memastikan kondisi para korban, dan menyampaikan bahwa informasi sementara menyebutkan dua orang meninggal dunia dan 6 orang luka-luka.
Keluarga korban kini menuntut keadilan dan meminta semua para pelaku yang terlibat segera ditangkap serta diproses sesuai hukum yang berlaku.
Polisi terus melakukan pengamanan ketat di lokasi untuk mencegah terjadinya bentrokan susulan. Masyarakat diimbau tetap tenang, tidak mudah terprovokasi oleh isu yang belum jelas kebenarannya, serta menyerahkan seluruh proses hukum sepenuhnya kepada pihak kepolisian.
Kini kawasan Setokok mulai kembali tenang. Massa dari kedua belah pihak telah membubarkan diri. Peristiwa ini menjadi pengingat yang menyakitkan bahwa perselisihan, sebesar apa pun persoalannya, tidak seharusnya berakhir dengan hilangnya nyawa manusia.
Konflik semestinya diselesaikan melalui dialog dan jalur hukum, bukan dengan kekerasan.
Semoga kedua korban mendapat tempat terbaik dan keluarga yang ditinggalkan diberikan kekuatan. Semoga peristiwa ini menjadi pelajaran berharga bahwa tidak ada perselisihan yang pantas dibayar dengan nyawa manusia.(Red)


















