Moranews Karo — Ketua Umum Pemuda Barisan Karo, Jesaya Tarigan, meminta Bupati Karo, Antonius Ginting, untuk mengambil langkah tegas dalam menyikapi dugaan praktik pungutan liar (pungli) yang terjadi di sejumlah objek wisata di Kabupaten Karo, khususnya kawasan pemandian air panas Desa Doulu.
Permintaan tersebut disampaikan menyusul maraknya keluhan wisatawan terkait pengutipan sejumlah biaya yang dinilai tidak memiliki kejelasan dan kerap menjadi perbincangan di media sosial maupun berbagai pemberitaan.
Menurut Jesaya, kondisi tersebut dapat berdampak terhadap citra pariwisata Kabupaten Karo apabila tidak segera ditangani secara serius oleh pemerintah daerah bersama instansi terkait.
“Banyaknya pemberitaan dan informasi yang viral mengenai pengutipan uang di kawasan wisata pemandian air panas Desa Doulu menunjukkan bahwa persoalan ini harus menjadi perhatian serius. Pemerintah daerah perlu hadir memberikan solusi yang jelas agar wisatawan merasa aman dan nyaman saat berkunjung,” ujarnya, Kamis (4/6/2026).
Ia menilai Pemerintah Kabupaten Karo perlu melakukan evaluasi terhadap pengelolaan sektor pariwisata, termasuk memastikan seluruh mekanisme pengutipan biaya kepada wisatawan dilakukan sesuai aturan yang berlaku.
Menurutnya, keberadaan regulasi yang jelas mengenai retribusi pariwisata sangat penting untuk menciptakan transparansi serta memberikan kepastian hukum bagi masyarakat, pengelola wisata, maupun wisatawan yang berkunjung.
“Jika pengelolaan retribusi dilakukan secara baik dan sesuai aturan, maka selain memberikan kenyamanan kepada pengunjung juga dapat meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kabupaten Karo,” katanya.
Jesaya juga mendorong Pemerintah Kabupaten Karo untuk melibatkan seluruh pemangku kepentingan, mulai dari pelaku usaha wisata, tokoh masyarakat, aparat penegak hukum hingga pemerintah desa guna mencari solusi bersama terhadap persoalan yang selama ini dikeluhkan wisatawan.
Selain itu, ia menekankan pentingnya peran aparat keamanan dalam menjaga ketertiban dan memastikan tidak ada praktik-praktik yang merugikan masyarakat maupun pengunjung di kawasan wisata.
Menurutnya, sektor pariwisata merupakan salah satu kekuatan ekonomi Kabupaten Karo yang harus dijaga bersama. Oleh karena itu, segala persoalan yang berpotensi mengganggu kenyamanan wisatawan perlu segera dituntaskan agar tidak berdampak terhadap minat kunjungan wisata ke daerah tersebut.
Jesaya berharap pemerintah daerah dapat segera mengambil langkah konkret sehingga objek-objek wisata di Kabupaten Karo semakin tertata, nyaman, dan mampu memberikan pengalaman positif bagi setiap wisatawan yang datang.
“Kita semua memiliki tanggung jawab menjaga citra pariwisata Kabupaten Karo. Dengan kerja sama seluruh pihak, saya yakin berbagai persoalan yang ada dapat diselesaikan demi kemajuan daerah dan kesejahteraan masyarakat,” tutupnya. (Red)


















