Mengenal Naniura, Sashimi Khas Batak Toba yang Sarat Makna
Ira Simamora, S.Pd., MM
Saatnya kita harus mengenal sebuah hidangan tradisional yang berasal dari suku batak toba, yang memiliki nilai dan arti lebih dari sekedar makanan. Hidangan ini dijadikan sebagai simbol untuk menggambarkan aspek penting di kehidupan sosial dan spiritual yang berkaitan dengan tradisi sejarah maupun identitas budaya.
Banyak yang belum mengenal naniura, salah satu makanan khas batak toba dari wilayah Toba,Tapanuli Utara, Pulau Samosir dan Humbang Hasundutan. Arti dari Naniura atau Dengke Mas Na Niura (ikan mas naniura) adalah ikan yang tidak dimasak yang juga dikenal dengan sebutan Sashimi ala batak. Naniura juga salah satu makanan yang memiliki makna mendalam dalam budaya batak toba.
Keistimewaan dari naniura ialah makanan yang dihidangkan khusus untuk menjamu para raja, dan dibuat hanya saat upacara – upacara batak tertentu. Bahkan dizaman dahulu hanya orang orang tertentu yang bisa membuat naniura, dan oleh karna rasanya yang enak, maka masyarakat batak toba belajar membuat naniura dan menjadikannya sebagai makanan sehari hari.
Walaupun tidak dimasak, hidangan naniura sama sekali tidak menimbulkan aroma amis, dikarenakan proses marinasi selama 3-4 jam menggunakan rendaman asam jeruk jungga, yang mana asam tersebut juga membuat duri-duri halus pada ikan menjadi lembut serta mampu mempertahankan kesegaran dari daging ikannya.
Warisan kuliner khas batak ini umumnya disajikan dalam wujud utuh dari kepala hingga ekor, yang dipotong membelah tengah tanpa putus. Disajikan dengan warna menarik yang berasal dari bumbu bumbu khusus tradisional. Perpaduan bumbu menciptakan cita rasa yang autentik, gurih, dan unik karna memberikan rasa asam, dan pedas ditambah gelitiran andaliman yang membuat rasa semakin seru dilidah.
Jika ada waktu mengunjungi wilayah Toba, jangan lewatkan kesempatan untuk mencicipi naniura langsung di tempat asalnya.
Selamat menikmati kelezatan sashimi ala Batak.


















