Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example 728x250
BeritaNews

MUI Kabupaten Simalungun Gelar Musda VIII Tahun 2026

19
×

MUI Kabupaten Simalungun Gelar Musda VIII Tahun 2026

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

Moranews Simalungun — Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Simalungun menggelar Musyawarah Daerah (Musda) VIII Tahun 2026 dengan mengusung tema “Peningkatan Peran Majelis Ulama Indonesia sebagai Khadimul Ummah (Pelayan Umat) dan Shodiqul Ummah, Mitra Pemerintah dalam Mewujudkan Simalungun Maju”.

Kegiatan berlangsung di Gedung MUI Simalungun, Jalan Asahan, Kecamatan Siantar, Sumatera Utara, Sabtu (5/9/2026), menjadi momen penting untuk memperkuat konsolidasi organisasi, menyatukan potensi umat, mengevaluasi kinerja kepengurusan, serta merumuskan arah kebijakan dan program kerja MUI ke depan.

Example 300x600

Musda ini diikuti sekitar 250 peserta, meliputi pengurus MUI tingkat kecamatan, perwakilan organisasi Islam, ulama, tokoh agama, tokoh masyarakat, serta berbagai elemen umat Islam lainnya.

Turut hadir dalam acara tersebut Sekretaris Daerah Kabupaten Simalungun Mixnon Andreas Simamora mewakili Bupati, Ketua DPRD, Sugiarto bersama unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), pejabat lingkungan Pemkab Simalungun, Ketua Umum Dewan Pimpinan MUI Provinsi Sumatera Utara Prof Dr H Maratua Simanjuntak dan undangan lainnya.

Dalam laporannya, Ketua Panitia Pelaksana Amrisyam Simamora menyampaikan Musda merupakan wadah strategis untuk menyatukan pandangan dan merumuskan langkah kerja MUI agar dapat memberikan manfaat yang semakin luas bagi umat dan masyarakat. Saat ini, jaringan kepengurusan MUI telah tersebar dan beroperasi aktif di 25 wilayah kecamatan di Kabupaten Simalungun.

Dalam sambutan Bupati Simalungun yang disampaikan Sekretaris Daerah Mixnon Simamora mengapresiasi kegiatan Musda VIII MUI yang strategis di tengah kehidupan bermasyarakat.

Pemerintah Kabupaten Simalungun memandang MUI dan para ulama sebagai mitra strategis utama dalam upaya pembangunan daerah. Oleh sebab itu, MUI diharapkan tidak hanya berperan hadir saat persoalan muncul, melainkan mampu bergerak lebih awal dalam memberikan arahan dan pencegahan sebelum masalah berkembang menjadi besar.

Selain itu, Bupati Simalungun juga mendorong MUI untuk memperkuat pembinaan generasi muda, menghadirkan dakwah yang sejuk, mencerdaskan, dan relevan, serta memanfaatkan perkembangan teknologi digital agar pesan keagamaan dapat tersampaikan dengan lebih luas.

“Kita boleh berbeda dalam banyak hal, tetapi ketika menyangkut kepentingan masyarakat dan masa depan Simalungun, kita harus mampu berdiri bersama. Kita harus terus menjaga ukhuwah Islamiyah, ukhuwah wathaniyah, serta kerukunan antar umat beragama dengan sebaik-baiknya,” tegasnya.

Sementara itu, Ketua Umum DP MUI Provinsi Sumatera Utara Prof Dr H Maratua Simanjuntak menyampaikan apresiasi atas pelaksanaan Musda VIII MUI Kabupaten Simalungun dan menegaskan MUI lahir, tumbuh, dan berkembang berkat dukungan ulama, pesantren, serta organisasi kemasyarakatan Islam, dan merupakan mitra pemerintah yang memikul tanggung jawab moral dan keilmuan untuk memberikan masukan, nasihat, serta bimbingan keagamaan.

Ia juga mengingatkan agar seluruh pengurus senantiasa menjadikan nilai luhur Habonaron Do Bona sebagai semangat dasar dalam menegakkan kebenaran, keadilan, persatuan, dan kemaslahatan bersama.

Ia berharap Musda tersebut melahirkan kepengurusan baru yang amanah, berintegritas, dan berkomitmen kuat untuk memperkuat peran MUI sebagai Khadimul Ummah sekaligus mitra strategis pemerintah.(Red)

Example 300250
Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *