Moranews Medan – Konferensi Cabang (Konpercab) ke-37 Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia (GMKI) Cabang Medan menetapkan Samuel Simatupang sebagai Ketua Cabang GMKI Medan periode 2026–2028, usai meraih kemenangan dalam proses pemilihan yang berlangsung demokratis.
Dalam pemungutan suara yang diikuti oleh 161 suara komisariat GMKI se-Kota Medan, Samuel memperoleh 94 suara dan unggul dari dua kandidat lainnya, yakni Andreas dengan 32 suara dan Dandy dengan 30 suara. Sementara itu, lima suara dinyatakan tidak sah.
Samuel Simatupang diketahui pertama kali bergabung di GMKI sejak mengikuti Masa Perkenalan (Maper) pada tahun 2020.
Kiprahnya dalam organisasi terus berlanjut hingga dipercaya menjabats ebagai Ketua Komisariat GMKI Fakultas Teknik Universitas Negeri Medan (Unimed) periode 2022–2023.
Rekam jejak kepemimpinannya juga tercermin saat ia mengemban tanggung jawab sebagai Ketua Panitia Maper GMKI Gelombang I tahun 2024. Pada tahun berikutnya, ia dipercaya menjadi utusan GMKI Cabang Medan dalam Kongres GMKI ke-39 di Samarinda.
Dalam kontestasi Konpercab ke-37, Samuel mengusung visi besar: “Mewujudkan GMKI Cabang Medan yang adaptif, bersinergi, dan progresif dalam menjawab tantangan organisasi di era digitalisasi.”
Usai ditetapkan sebagai Ketua Cabang terpilih, Samuel menyampaikan komitmennya untuk menjadikan GMKI Medan sebagai rumah bersama dalam semangat persaudaraan dan pelayanan.
“Kemenangan ini bukanlah kemenangan pribadi, tetapi kemenangan seluruh kader GMKI Cabang Medan. GMKI Medan adalah milik bersama. Ke depan, kita akan mendorong modernisasi mental dan organisasi agar GMKI tetap relevan dalam menjawab tantangan zaman, tanpa meninggalkan nilai-nilai persaudaraan dan komitmen pelayanan,” ujar Samuel.
Selain menetapkan Ketua Cabang, forum Konpercab ke-37 juga menetapkan Jane Sinaga sebagai Sekretaris Cabang GMKI Medan periode 2026–2028. Sebelumnya, Jane menjabat sebagai pengurus Departemen Bidang Aksi Pelayanan GMKI Cabang Medan periode 2023–2025.
Kepemimpinan baru ini diharapkan mampu memperkuat konsolidasi internal organisasi sekaligus menghadirkan transformasi gerakan yang adaptif dan progresif di tengah dinamika era digital. (Red)


















