Moranews Toba — Nama Jhon Hendrick Ginting, S.Pd bukan lagi sosok asing di dunia olahraga bela diri Sumatera Utara. Putra asli Tanah Karo ini dikenal sebagai salah satu legenda Wushu Sanda Sumut yang memiliki perjalanan panjang penuh perjuangan, prestasi, dan dedikasi dalam membangun generasi atlet berkarakter.
Perjalanan karier Jhon Hendrick Ginting dimulai sejak tahun 2001 hingga 2010 sebagai atlet Wushu Sanda. Dalam masa kejayaannya, ia berhasil mengukir berbagai prestasi membanggakan di tingkat daerah, nasional hingga internasional. Prestasi tersebut di antaranya Juara 1 Kejurda Sumut selama beberapa tahun berturut-turut, Juara 3 PON Kaltim 2008, Juara 1 Seleknas 2009, hingga meraih Juara 2 Asia Wushu Championship tahun 2010.
Dedikasi dan semangat juangnya menjadikan pria asal Karo tersebut dikenal sebagai salah satu atlet Wushu terbaik yang pernah dimiliki Sumatera Utara. Namun perjalanan hidupnya tidak berhenti sebagai atlet semata.
Setelah menuntaskan karier sebagai atlet, Jhon Hendrick Ginting memilih mengabdikan diri di dunia pendidikan dan kepelatihan. Alumni Jurusan Olahraga Universitas Negeri Medan (UNIMED) itu kemudian turun ke Kabupaten Toba untuk membangun prestasi olahraga bela diri sekaligus membina generasi muda.

Selama kurang lebih 10 tahun melatih di Kabupaten Toba, Jhon Hendrick Ginting berhasil mencetak sekitar 70 medali nasional melalui atlet-atlet binaannya. Bahkan, tiga atlet yang ia latih berhasil menembus pentas internasional dan membawa nama daerah serta Indonesia di ajang bergengsi.
Tidak hanya fokus pada teknik bertanding, pria yang juga berprofesi sebagai guru olahraga tersebut dikenal aktif membentuk mental juara dan karakter para atlet muda. Baginya, seorang pelatih bukan hanya mengajarkan teknik, tetapi juga membangun disiplin, tanggung jawab, serta masa depan generasi muda.
Dalam proses pembinaan, Jhon Hendrick Ginting dikenal disiplin dan penuh dedikasi. Ia terus mendorong anak didiknya untuk berkembang, baik di bidang olahraga maupun pendidikan. Semangat itu pula yang membuat dirinya dihormati sebagai pelatih sekaligus inspirasi bagi atlet muda di Kabupaten Toba.
“Seorang pelatih bukan hanya mengajarkan teknik, tapi membentuk masa depan,” menjadi prinsip yang terus dipegangnya selama membina para atlet.

Kini, nama Jhon Hendrick Ginting tidak hanya dikenang sebagai legenda Wushu Sanda Sumatera Utara, tetapi juga sebagai sosok pelatih yang berhasil melahirkan atlet-atlet berprestasi dan menginspirasi generasi muda untuk terus berjuang meraih mimpi melalui olahraga. (As)


















