Moranews Medan — Keluarga Michael mendatangi Kantor Dinas Kesehatan Kota Medan guna meminta pertanggungjawaban atas hasil mediasi terkait persoalan ahli waris yang dinilai tidak sesuai dengan fakta saat proses mediasi berlangsung tiga minggu sebelumnya. Kedatangan keluarga tersebut bertujuan untuk bertemu langsung dengan Sekretaris Dinas (Sekdis) yang saat ini menjabat sebagai Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas, mengingat Kepala Dinas tengah menjalankan ibadah haji. Selasa, 19 Mei 2026.
Pihak keluarga yang diwakili Ronald bersama anggota keluarga lainnya tiba sekitar pukul 10.00 WIB. Namun, pertemuan dengan Sekdis tidak kunjung terlaksana. Melalui petugas piket informasi, keluarga diberitahu bahwa Sekdis masih menerima tamu dan berdiskusi dengan beberapa pihak, termasuk dari kejaksaan. Keluarga kemudian diminta menunggu.
Setelah menunggu hingga lebih dari dua jam tanpa kepastian, emosi keluarga mulai terpancing. Pihak keluarga mempertanyakan keberadaan Sekdis karena informasi yang diberikan dinilai berubah-ubah. Awalnya disebut masih menerima tamu, kemudian dikatakan sedang rapat di DPR, padahal menurut keluarga, Sekdis masih berada di dalam kantor.
“Kami datang jauh dari Jakarta dan sudah dua kali diajak untuk melakukan pertemuan, namun sampai sekarang tidak ada itikad baik dari Bu Sekdis, padahal ini menyangkut persoalan pidana,” ujar Ronald kepada wartawan moranews

Keluarga menilai hasil Berita Acara Mediasi (BAP) yang diterbitkan tidak sesuai dengan fakta saat mediasi berlangsung dan justru memberatkan pihak keluarga korban. Karena itu, mereka meminta penjelasan dan pertanggungjawaban langsung dari pihak yang mengambil keputusan.
Ketegangan semakin meningkat karena pihak keluarga merasa diabaikan. Fritzko, salah satu anggota keluarga, menyampaikan kekecewaannya terhadap pelayanan di kantor tersebut. Menurutnya, keluarga telah datang dengan baik namun tidak mendapat kepastian pelayanan meskipun telah menunggu sejak pagi.
Situasi semakin memanas ketika hingga pukul 13.00 WIB pihak kantor dinilai tidak memberikan respons jelas, bahkan sejumlah pegawai disebut tidak terlihat lagi di kantor. Keluarga menduga adanya upaya menghindar dari pihak dinas.
Kuasa hukum keluarga Michael dari Lembaga Bantuan Hukum Petra Laksana Keadilan, Benedick Panjaitan, S.H., menyatakan pihaknya mendampingi klien untuk mengajukan keberatan atas Berita Acara Mediasi yang dianggap berbeda dengan fakta di lapangan.

“Kami menilai klien kami dirugikan karena isi berita acara mediasi tidak sesuai dengan fakta saat mediasi berlangsung. Dari pukul 10 pagi hingga siang hari tidak ada respons dari pihak dinas dan terkesan menghindar. Kami akan melakukan upaya hukum lanjutan terkait persoalan ini,” ujarnya.
Setelah sempat meninggalkan kantor untuk makan siang, keluarga kembali sekitar pukul 14.15 WIB. Namun, petugas piket kembali menyampaikan bahwa Sekdis telah pergi untuk agenda lain. Hal itu kembali memicu emosi keluarga yang merasa dipermainkan.
Hingga pukul 15.30 WIB, Sekdis tidak juga menemui pihak keluarga. Keluarga akhirnya memutuskan meninggalkan kantor dan berencana menempuh upaya hukum lanjutan, termasuk melaporkan persoalan tersebut ke instansi yang lebih tinggi hingga tingkat kementerian di Jakarta.
Keluarga Michael berharap pihak Dinas Kesehatan Kota Medan memiliki itikad baik dan bertanggung jawab atas persoalan tersebut. Mereka juga menyatakan akan membawa kasus ini ke perhatian publik agar masyarakat mengetahui pelayanan yang mereka anggap tidak peofesional. (RA)


















